Welcome Message

Blog ini didedikasikan bagi Masyarakat Dunia Maya Indonesia sebagai Forum Komunikasi antar para penggiat teknologi Dunia Maya agar dapat saling berukar informasi dan perkembangan teknologi Dunia Maya di Indonesia dan di Dunia Global Untuk memberikan Komentar/Tanggapan atas posting di Blog ini, Silahkan Klik icon "?" dan isikan komentar/tanggapan Anda sekalian. Silahkan tekan TAB bila diminta mengisi KODE VERIFIKASI Semoga bermanfaat.

SARAN-SARAN IMPLEMENTASI "GREEN and COOL ICT" di Indonesia

0

Posted on : 7:50 PM | By : S Roestam | In : ,

  1. Green Growth

Green Growth adalah Kerangka Kerja sebagai tanggapan atas tantangan untuk menghadapi perubahan iklim dan pertumbuhan yang sustainable.

Menurut hasil study ESCAP, Sustainable Development dapat dicapai melalui tiga faktor yang saling terhubung, yaitu:

  1. Pertumbuhan Ekonomi
  2. Pembangunan Sosial, dan
  3. Kelestarian Lingkungan

Gambar dibawah menggambarkan pilar-pilar untuk tercapainya Green Growth:

  1. Definisi “Green and Cool ICT”

Green ICT adalah ICT yang, sebagai hasil dari penggunaannya, memproduksi emisi karbon yang relatif rendah yang pada saat bersamaan juga mempunyai potrensi untuk mengurangi emisi-emisi karbon di berbagai bidang lainnya melalui katalisasi perubahan teknologi, institusional dan perilaku (behaviour) individu/masyarakat/institusi/organisasi.

Definisi ini dapat digambarkan seperti dibawah ini:


  1. Kondisi lingkungan ICT Indonesia:

  • Secara global, dampak emisi karbon dari sektor ICT secara keseluruhan adalah sebesar 2%, dimana komponen-komponennya adalah BTS, ponsel, PSTN, TV, Radio, Broadband, Narrowband, limbah ICT, seperti komputer bekas, komponen2 lainnya, dsb.
  • Diperkirakan ada sebanyak 70-juta PC, Laptop dan Netbook di Indonesia
  • e-Waste: ada 1-juta PC yang harus dibuang tahun 2010 dan meningkat sebesar 25% per tahun
  • Ada sekitar 850 Stasion Pemancar TV dan ribuan pemancar Radio.
  • Ada sekitar 80-juta Pesawat TV dan 50-juta pesawat radio.
  • Ada sekitar 90.000 BTS jaringan Telpon Seluler GSM dan CDMA
  • Ada 9-juta pelanggan PSTN, 160 juta pelanggan Ponsel, 35-juta pelanggan telpon Fixed Wireless Access, 45-juta pengguna Internet dan 2,5 juta pengguna Broadband.
  • Produksi Voucher Pulsa Telpon diperkirakan sekitar 50-juta per tahun dan menjadi limbah yang mencemari lingkungan.
  • Ada 25.000 ssl Desa Berdering, 131 ssl Desa Pinter, dan 5.748 Pusat Layanan Internet Kecamatan.









JAWABAN atas Pertanyaan-pertanyaan:

  1. Menurut pengamatan Anda, sejauh ini bagaimana penerapan program
    Green ICT pada perusahaan-perusahaan di Indonesia, khususnya
    perusahaan ICT?

Perusahaan-perusahaan ICT di Indonesia saat ini sudah mulai sadar akan pentingnya penerapan Green ICT untuk mengurangi emisi karbon dan pemanasan global melalui berbagai upaya penghematan penggunaan energi listrik (dari perangkat yang lebih efisien dalam penggunaan daya listrik, mengurangi penggunaan AC dan diganti dengan pendinginan udara/angin, sering mematikan AC, dll). Juga upaya mengurangi eWaste, seperti melakukan recycling PC, Circuit Board, ponsel, kertas Voucer Isi Ulang, dll.
Perusahaan ICT juga mulai mengganti penggunaan layar PC/TV dari CRT ke LCD/LED yang hemat energi. BTS yang digunakan juga mulai dipakai yang hemat energi karena dilakukan miniaturisasi, serta tanpa pendingin AC, dan digunakan Solar Panel untuk mengganti Genset Diesel yang mahal dan menimbulkan banyak energi panas.

Dengan adanya ICT, baik itu perusahaan ICT ataupun perusahaan-perusahaan lainnya dapat menerapkan paperless office, mengurangi sebanyak mengkit dokumen-dokumen cetak dan mengganti dengan dokumen elektronik.

Dengan tersedianya jaringan pita lebar baik itu fixed line, fixed wireless maupun mobile wireless dan 3G, maka dimungkinkan perusahaan-pereusahaan untuk menerapkan Telewoeking atau Telecommuting, tidak harus semua karyawan/manager masuk kan tor tiap hari, sehingga dapat mengheemat BBM, mengurangi emiosi karbon, dan menghemat listrik di kantor-kantor.

Operator Telekomunikasi Indonesia yang telah menjadi anggota Global e-Sustainability Initiative (GeSI) adalah PT Bakrie Telekom, dimana upaya realisasinya antara lain adalah penggunaan BTS yang hemat energi, penggunaan Power Supply dari Solar Panel, dan membuat Vouche Isi Ulang dari kertas yang sangat kecil untuk mengurangi limbah.

Perusahaan-perusahaan ICT Global yang menjadi anggota GeSI adalah: Bell Canada, British Telecom, NTT, CISCO, Deutsche Telekom, Ericsson, France Telecom, Hewlett Packard, Intel, Microsoft, Nokia, Nokia Siemens Networks, Sun Microsystems, T-Mobile, Telefonica, Telenor, Verizon, Vodafone, Dell dan LG.

Operator-operator Telekomunikasi lainnya di Indonesia juga sedikit banyak telah pula menerapkan upaya-upaya seperti yang dilakukan oleh Bakrie Telekom tersebut diatas.


  1. Apa manfaat dari penerapan Green ICT ini, baik bagi perusahaan itu sendiri maupun komunitas/lingkungan lebih luas? Apakah Negara turut diuntungkan dari penerapan Green ICT ini? Lantas, seperti apa upaya yang mesti dilakukan pemerintah untuk mendukung penerapan Green ICT ini di kalangan perusahaan?

Bagi perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan Green ICT, maka jelas diuntungkan dari penghematan energi dan biaya penggunaannya, mendapatkan citra yang baik di masyarakat sebagai bagian dari Public Relations, dan mmbuat para karyawannya lebih nyaman dalam bekerja (ramah lingkungan).

Negara juga diuntungkan, karena upaya nasional mengurangi emisi karbon dan pemanasan global mendapat dukungan perusahaan-perusahaan itu, disamping secara nasional juga dapat menghemat energi dan hemat anggaran BBM.

Upaya yang diperlukan untuk mendorong penerapan Green ICT adalah melakukan sosialisasinya secara lebih intensif melalui Seminar, Training, Workshop, serta pemberian insentif atau penghargaan khusus kepada perusahaan-perusahaan yang menonjol dalam penerapan Green ICT.

  1. Apa saja saran (dan kritik) Anda bagi pelaksanaan program Green ICT
    bisa lebih masif dalam penerapannya?

Kritik untuk membangun:

  1. Pemerintah/Birokrasi sering menggebu-gebu saat awal dimulainya suatu program, namun tindak lanjut dan jadwal program sering kali meleset/molor, dengan alasan sibuknya para pejabat atau staff yang ditugasi.
  2. Target pengurangan emisi karbon sebesar 26% tahun 2020 tanpa bantuan Asing dan pengurangan 41% dengan bantuan asing terlihat sangat optimistik, dilihat dari kenyataan dilapangan, masih banyaknya pelaku pembakaran lahan sawit/gambut/hutan di Sumatera, Kalimantan dan pulau-pulai lainnya tahun 2011 ini.


Saran-saran:

  1. Sosialisasikan Progaram Green ICT secara lebih luas dan intensif dikalangan pengusaha dan masyarakat umum dengan anggaran yang cukup.
  2. Berikan penugasan dan tanggung-jawab yang lebih jelas kepada para Pejabat yang ditunjuk untuk melaksanakan Program Green ICT ini, dengan target pencapaian sasaran-sasaran kerja dan jadwal yang jelas dan dimonitor dan di publikasikan ke masyarakat agar masyarakat dapat ikut memberikan masukan-masukan yang positif, kreatif dan inovatif. Kalau bisa agar seminimal mungkin merangkap jabatan, supaya beliau-beliau itu dapat lebih fokus dalam menangani Program Green ICT ini.
  3. Sosialisasikan budaya Paperless Society, Teleworking atau Telecommuting untuk mengurangi limbah dan meningkatkan efisiensi dan produktivitas nasional.

Microsoft, Nokia dan MeeGo: Akankan mereka tersingkir dari bisnis Smartphone?

0

Posted on : 10:29 PM | By : S Roestam | In : , , ,

Berita mutakhir dari Silicon Valley menyatakan bahwa pada akhirnya Nokia menyerah dan bermitra dengan musuh bebuyutannya yang sudah sejak lama sekali  diupayakan untuk dihindarinya, yaitu Operating System Windows, dengan menciptakan Symbian Operating System buatan sendiri. Walaupun saat ini Nokia mampu memposisikan dirinya sebagai pembuat ponsel terbesar di dunia, namun dengan munculnya banyak sekali ponsel canggih (Smartphone) yang merambah cepat keseluruh dunia, dari iPhone, BlackBerry dan Android, maka pangsa pasar ponsel Nokia dengan cepat pula tergerus, sebab Symbian adalah Operating System yang hanya bagus untuk ponsel sederhana, dan mencadi sangat kompleks dan mahal kalu harus diterapkan pada Smartphones.

Sebenarnya Nokia dapat memilih Operating System Android yang Open Source dan tanpa harus bayar lisensi, tetapi alasannya memilih Windows Mobile 7 adalah karena ia ingin punya diferenisiasi, sebab sudah banyak sekali ponsel yang memakai Operating System Android.

Salah satu sebab Nokia memilih Microsoft adalah karena CEO-nya yang baru diangkat, yaitu Stephen Elop adalah mantan Eksekutif Microsoft. Alasan Nokia lainnya untuk tidak memilih Android/Google adalah karena Nokia lebih takut kepada Google dari pada Microsoft, yang di masa depan akan mendkitenya. Ini adalah alasan yang masih dapat dipertanyakan keabsahannya.

Kesalahan lain dari Nokia dengan memilih Microsoft adalah karena belum pernah Operating System Microsoft dapat sukses dipakai untuk Ponsel, apalagi untuk Smartphone. Jadi ini merupakan sebuah resiko besar yang dipertaruhkan oleh Nokia untuk dapat menguasai kembali pangsa pasar Ponsel dunia.

Microsoft memang sukses besar sebagai Operating System buat PC dan Laptop, tetapi jumlah Ponsel saat ini yang sudah mencapai lebih dari 5-milyar, jauh diatas jumlah PC dan Laptop. Operating System Microsoft yang pernah dipakainya untuk ponsel adalah Windows CE yang gagal untuk menjadi yang paling populer. Intinya Microsoft belum pernah sukses dalam menyediakan Operating System buat Smartphone layar kecil, apalagi sekarang tren-nya adalah Smarphone layar lebar, seperti Samsung Galaxy Tab dan BlackBerry Play Book. Demikian pula yang saat ini menguasai Smartphone adalah iPhone 4, dengan komplemen-nya iPad.

Nokia telah memutuskan bahwa Operating System lainnya yang pernah dibuat untuk Smarphone layar lebar, seperti MeeGo dan Qt akan segera ditinggalannya, sebab terbukti tidak mampu bersaing.

Jadi berasarkan informasi tersebut diatas, akankah Nokia dan Microsoft akan mampu memunculkan produk Smartphone yang dapat nge-Top dalam dunia layanan seluler, ataukan keduanya akan gagal total dan terpuruk di dunia layanan seluler?

Kita semua akan dapat menyaksikan naik atau turunnya pasangan Nokia-Microsoft dalam beberapa bulan mendatang. Maka bersiap-siaplah para pemilik Smartphone buaatn Nokia, cepat-cepat saja dijual murah sebelum tidak laku karena kalah bersaing di dunia layanan seluler yang hiperkompetitif persaingannya.

Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Pendiri Wikileaks Julian Assange disidangkan di Pengadilan Extradiksi London

0

Posted on : 12:32 PM | By : S Roestam | In : , ,


Pendiri Wikileaks Julian Assange hari ini mulai berjuang melawan ekstradisi ke Swedia untuk menghadapi tuduhan penyerangan seksual. Pemimpin meniup peluit-website, yang menjadi berita utama akhir tahun lalu setelah menerbitkan ribuan kabel rahasia diplomatik AS , telah diadakan di bawah tahanan rumah di Inggris setelah ditebus pada sidang sebelumnya di London.

Assange membantah menyerang dua wanita di Swedia, mengklaim biaya adalah reaksi dari wahyu yang dibuat dalam kabel bocor. Pengacara sedang berjuang ekstradisi ke Swedia di tanah yang kemudian dapat mengirim Assange ke AS, di mana ia dianggap sebagai ancaman teroris potensial, laporan BBC.

Mereka juga membantah ekstradisi akan pelanggaran hak asasi manusia's Assange situs berita mengatakan.
Secara terpisah, kelompok 'hacktivist' pada Anonymous minggu lalu mulai penargetan situs di Mesir, setelah kerusuhan anti-pemerintah di negara tersebut.

Anonymous dipasang serangkaian distribusi penolakan serangan layanan terhadap perusahaan termasuk Amazon, MasterCard dan Visa setelah perusahaan menarik dukungan untuk Wikileaks di belakang baris kabel. (Sumber: telecomasia.net)

Alasan Google pilih Malaysia vs Indonesia sebagai Kantor Regionalnya

0


JAKARTA - Dipilihnya Malaysia sebagai lokasi kantor cabang Google di Asia Tenggara cukup memukul telak Indonesia. Padahal pasar Internet Indonesia jauh lebih menggiurkan.

"Kalau melihat sebagai pasar pasti Google melihat pasar kita jauh lebih seksi dibanding Malaysia, dalam banyak hal dari mulai aktifnya berinternet sampai shopacholicnya dan lain-lain," ujar pengamat telematika Abimanyu Wachjoewidajat kepada okezone, Senin (31/1/2011).

Ucapan pria yang akrab disapa Abah ini memang cukup beralasan. Menurut Internet World Statistics yang diambil dari data International Telecommunication Union (ITU), dari sisi jumlah penduduk saja, Indonesia masih lebih besar ketimbang populasi Malaysia. Bahkan hampir 10 kali lipat. Otomatis penetrasi internetnya pun masih lebih potensial.

Pada Juni 2009, menurut data ITU, pengguna internet di Malaysia tercatat hanya 16,9 juta. Sedangkan pengguna internet di Indonesia sebanyak 30 juta dalam data September 2009 lalu. Jika dibandingkan jumlah populasi di kedua negara, penetrasi internet memang masih lebih besar Malaysia, sekira 64,6 persen, ketimbang Indonesia yang hanya 12,3 persen. Namun dari segi potensi, sudah pasti Indonesia dianggap cukup potensial.

Namun yang menjadi masalahnya, lanjut Abah, adalah kondisi Indonesia sebagai negara, terutama dari segi regulasi. Menurutnya regulasi akan menjadi pertimbangan bagi sebuah perusahaan untuk berinvestasi di negara tertentu karena menyangkut keamanan dan kenyamanan investasi.

"Sebagai Negara mungkin Malaysia lebih cocok regulasinya dan aman bagi investor sehingga dipandang lebih comforting. Google pasti sangat aware dengan regulasi tersebut. Apalagi dia tahu di sini ada 3 regulasi ICT yang bakal datang, setelah UU ITE yang telah disahkan akan ada RUU Konvergensi Telematika, RUU TIPITI, serta RUU penyelenggara ITE," papar Abah.

"Siapa investor yang tidak ngeri melihat ada negara yang undang-undang untuk ICT-nya saja sampai ada 4," tandasnya.

Perusahaan Internet raksasa dunia tersebut telah mengumumkan kantor mereka yang baru di Kuala Lumpur yang bergerak di bidang penyedia layanan internet (ISP). Selain mengumumkan pembukaan kantor baru, Google juga menunjuk Country Manager di negara Jiran tersebut. Menurut Google kehadiran kantor baru ini merupakan bagian dari rencana investasi regional yang mereka dorong.

Country Manager Malaysia Google yang baru Sajith Sivanda mengatakan kantor baru mereka tersebut akan membantu perusahaan lebih efektif dalam membawa layanan web untuk pengguna, termasuk kepada pengiklan dan mitra mereka di Malaysia. (srn)
(sumber: tekno.okezone.com)

Apa untung-ruginya mematikan Jaringan Internet Nasional? Kasus di Mesir

0

Posted on : 10:01 PM | By : S Roestam | In : ,

Hari Kamis 27 Januari 2011 yang lalu seluruh jaringan Internet di Mesir dimatikan oleh Pemerintahan Presiden Hosni Mubarak, akibat diketahuinya bahwa gerakan demo besar-besaran menetang Pemerintahan Mubarak yang dikomandokan melalui jaringan InternetMesir, khususnya melalui Twitter dan Facebook.

Sekarang tercatat dalam sejarah, bahwa Mesir adalah satu-satunya negara di Dunia yang mematikan jaringan Internet. Padahal, berkali-kali para terorist berusaha keras untuk mematikan jaringan Internet untuk meneror masyarakat, namun selalu saja upaya ini gagal, sebab Internet itu sangat tangguh, yang sejak awal di-disain oleh Departemen Pertahanan AS untuk mampu tetap berkomunikasi saat ada serangan Bom Atom. Internet terdiri dari simpul-simpul jaringan yang banyak sekali, sehingga bila ada satu yang tidak beroperasi, ada yang lain lagi yang dapat menggantikannya.

Pada tahun 2009 di DPR AS juga pernah dibahas sebuah RUU untuk memungkinkan Presiden AS memencet tombol untuk mematikan seluruh jaringan Internet AS, bila sewaktu-waktu diperlukan. Namun RUU ini akhirnya tidak lagi dilanjutkan, karena banyak pihak yang menentang.

Jaringan Internet saat ini memang sangat luas penggunaannya, baik untuk komunikasi antar pribadi, namun jauga lebih banyak lagi sebagai sarana komunikasi bisnis dan transaksi bisnis komersiil. Jadi dengan matinya Internet, maka akan sangat besar kerugian yang akan diderita oleh sebuah negara, contohnya Mesir. Besarnya kerugian ekonomi di Mesir baru akan dapat dihitung setelah Revolusi Mesir ini selesai, mudah-mudahan dalam beberapa hari lagi, dengan bergantinya Pemerintahan Presiden Mubarak dengan Pemerintahan yang lebih demokratis dan terbuka, yang dapat mensejahterakan Rakyat Mesir. Semoga...