Welcome Message

Blog ini didedikasikan bagi Masyarakat Dunia Maya Indonesia sebagai Forum Komunikasi antar para penggiat teknologi Dunia Maya agar dapat saling berukar informasi dan perkembangan teknologi Dunia Maya di Indonesia dan di Dunia Global Untuk memberikan Komentar/Tanggapan atas posting di Blog ini, Silahkan Klik icon "?" dan isikan komentar/tanggapan Anda sekalian. Silahkan tekan TAB bila diminta mengisi KODE VERIFIKASI Semoga bermanfaat.

Heboh Film "Cowboys in Paradise": Shock Theraphy untuk perbaikan carut-marut Dunia Pariwisata Bali

0

Posted on : 8:07 AM | By : S Roestam | In : , ,


Film dokumenter "Cowboys in Paradise" garapan sutradara Amit Virmani yang cuplikannya muncul di media Internet Global Youtube telah mengagetkan banyak pihak yang berkepentingan. Berikut ini adalah berbagai reaksi atau tanggapan sbb:

  • Kemenbudpar belum pernah menerima pengajuan izin pembuatan Film dokumenter Cowboys in Paradise
  • Gubenur Bali Made Mangku Pastika gerah dengan film berkisah gigolo di Kuta bertajuk Cowboys in Paradise. Ia bakal mengusut film yang merusak citra Bali..
  • Kepolisian Daerah Bali akan menyelidiki asal usul pembuatan film COWBOYS IN PARADISE yang diduga tidak memiliki izin..
  • Film dokumenter itu yang kini tengah menggegerkan Bali sebenarnya sudah cukup lama beredar di luar negeri...
  • Film Cowboys In Paradise Jatuhkan Citra Bali.
  • Sweeping para pemandu wisata yang tidak memiliki identitas...
  • Cowboys itu bukan warga lokal...
Praktek para Cowboys in Paradise itu sebenarnya telah berlangsung cukup lama, hanya saja selama ini luput dari pemberitaan media, walaupun kita dapat mengetahuinya dengan mudah bila kita berjalan-jalan disepanjang pertokoan pantai Kuta, Bali, dan mendengarkan pembicaraan para pemandu turis laki-laki yang berbadan tegap itu.

Segi positifnya, walaupun konotasinya negatif, Bali sebagai tujuan wisata mancanegara makin dikenal dunia. Ini merubah citra pulau Bali yang dahulunya dikenal sebagai pulau Dewata yang sakral yang sarat dengan berbagai upacara keagamaan Hindu, menjadi terkenal dengan konotasi yang negatif, wisata sex.

Kehadiran film "Cowboys in Paradise" ini merupakan shock theraphy bagi para pihak yang berkewenangan dan berkepentingan untuk memajukan industri wisata di Pulau Bali.

Silahkan ditanggapi dan diberikan saran-saran demi kemajuan bangsa dan negara.

Strategi dan Roadmap: Ada banyak jalan menuju ke Roma, hanya satu yang lurus dan cepat

0

Posted on : 8:00 PM | By : S Roestam | In : , , ,

Strategi dan Roadmap (Peta Jalan) adalah dua hal yang sangat penting dalam menuju ke suksesnya suatu usaha atau bisnis, baik itu skala kecil maupun skala besar, nasional.

Di zaman kejayaan kekaisaran Roma memang banyak sekali jalan-jalan raya (Via - bahasa Italia) yang dibangun untuk menuju ke Ibukota Kekaisaran Roma sebagai pusat perekonomian dan peradaban dunia saat itu. Namun hanya ada satu jalan yang lurus dan pendek, sehingga lebih cepat ditempuhnya. Banyak jalan yang panjang dan beliku-liku, sehingga akan lebih lama ditempuhnya. Tanpa peta jalan yang baik, maka akan sering kita tersesat.

Tanpa strategi yang tepat yang diterjemahkan dalam bentuk Peta Jalan (Roadmap), maka kita akan kalah bersaing dan gagal dalam mencapai sasaran-sasaran usaha (goals). Kita sering melihat kegagalan suatu usaha karena memang mereka belum punya strategi dan Roadmap yang tepat untuk memenangkan persaingan dan mencapai sasaran mereka.

Beberapa waktu yang lalu kita mendengar kalau Garuda dan Merpati merugi dan kalah bersaing dengan perusahaan baru asal negeri jiran, yaitu Air Asia yang memilki strategi jitu untuk memenuhi tempat duduk pesawat setiap penerbangan, sehingga dapat memasang tarif yang sangat kompetitif, serta mereka tidak menyediakan makanan di pesawat yg merepotkan operasionalnya.

Kita juga terkaget-kaget mendengar berita minggu lalu kalau PT KAI harus menutup layanan KA Parahyangan yang dahulunya menjadi cash-cow PT KAI, sebab kalah bersaing dengan layanan travel mobil yang menjadi kompetitif dengan adanya jalan toll Cipularang.

Bagaimanakah situasi persaingan di bidang telematika? Nokia dan BlackBerry yang lama mendominasi pasar Smartphone Indonesia mendapat serangan gencar dari Smartphone Qwerty buatan Cina dan Taiwan dengan produk BlackBerry-like, seperti BlueBerry, RedBerry, CherryBerry, dll, yang jauh lebih murah (dibawah Rp 1 jutaan), Qwerty keyboard, dan penuh dengan fitur2 canggih: Dual GSM on, TV, FM, Video, camera, WiFi, FB, Twitter, YM, Skype, dll. Ini dimungkinkan berkat software Java yang sangat canggih.

Di sisi lain, Smartphone iPhone dari Apple Computers mendapat tantangan dari pendatang baru, yaitu Smartphone berbasiskan Operating System Android yang Open Source, sehingga membuat harga iPhone turun terus secara perlahan tetapi pasti.

Para operator telekomunikasi Indonesia yang jumlahnya ada 12 saat ini sedang kebingungan untuk mencari strategi dan Roadmap yang tepat untuk menghadapi persaingan diantara mereka sendiri yang sangat ketat, sehingga untuk tetap survive dan menambah jumlah pelanggan mereka harus melakukan banting harga yang terus menggerogoti margin laba dari waktu ke waktu. Sampai kapankah mereka akan tetap bertahan? Kunci untuk dapat melepaskan diri dari spiral yang menuju ke titik dasar adalah: merubah persaingan yang hanya sekadar menjadi penyedia jaringan, ke layanan-layanan yang bernilai tambah, mutu yang lebih baik, layanan data, aplikasi2 baru dan kontent, antara lain mobile advertising, mobile commerce, mobile payment, eLearning, eGov dengan memanfaatkan jejaring sosial yang makin banyak anggotanya.

Bagaimanakah dengan strategi dan Roadmap Broadband di Indonesia? Memang akan ada porsi layanan Fixed Broadband (atau nomadic) dan Mobile Broadband. Namun dilihat dari tren jumlah pelanggan seluler di Dunia maupun di Indonesia yang saat ini sudah mencapai 170 juta orang yang terdaftar, jauh melebihi pelanggan Fixed atau Nomadic Broadband, maka kita perlu untuk memperhatikan perkembangan mobile broadband itu.

Bila sebuah perangkat Terminal (CPE) sudah memenuhi persyaratan Mobile Broadband, maka secara otomatis perangkat tersebut sudah pula memenuhi atau melebihi persyaratan untuk Fixed atau Nomadic Broadband. Pemerintah Indonesia saat ini sudah melakukan tender operator Fixed dan Nomadic Broadband dengan layanan WiMAXstandar 16d khas Indonesia, namun operator pemenang tender yang sudah mulai melaksanakannya adalah yang pada pita frekwensi 3,3 GHz, sedangkan yang pada pita frekwensi 2,3 GHz masih terus berfikir-fikir, maju mundur, sebab mereka takut investasi mereka tidak akan dapat kembali.

Sementara itu di pasar global pada pita 2,3 GHz dan 2,5 GHz telah mulai diproduksi perangkat CPE yang telah dilengkapi (embedded) dengan modem WiMAX standar 16e yang mobile dengan efisiensi penggunaan pita yang tinggi dan operasional yang sangat mudah dipakai dan inter-operable, dengan harga yang sangat kompetitif, yaitu: laptop, netbook, Smartphones, iPhone, iPad, dll, sesuai standar 4G.

Perangkat2 tersebut memang membutuhkan kecepatan transmisi yang tinggi, diatas 20 Mbps agar menjadi bermanfaat bagi pemiliknya. Perangkat2 tersebut menjadi sangat kurang manfaatnya bilamana kecepatannya lelet, dan menjengkelkan bagi pengguna. Mereka jengkel karena sudah beli mahal, tetapi tidak sesuai dengan fitur2 yang tersedia.

Lalu apakah definisi Boadband? Bagi orang awam, adalah seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum Mastel, pak Setyanto P Santosa, yaitu bila kita tekan tombol keyboard, maka secara instant akan muncul hasilnya (misalnya gambar, konten web, dsb). Bila lelet, maka jelas itu bukanlah kecepatan Broadband.

Sementara itu di banyak negara termasuk di Indonesia sudah mulai diuji-coba jaringan dan CPE LTE (Long Term Evolution) sebagai evolusi akhir dari jaringan dan perangkat 3G dan 3.5G (HSDPA, HSPA+, CDMA 2001X EV/DO).

Bagaimanakah Strategi dan Roadmap menuju ke layanan LTE atau WiMAX Standar 16m yang sepadan ini? Tentu perlu dipersiapkan langkah-langkah dan milestones yang tepat, seperti alokasi pita frekwensi yang diperlukan, peraturan perundangan, pilihan teknologi untuk memungkinkan kemajuan industri DN dan sebagainya agar jalan menuju ke Roma itu tidak berliku-liku panjang dan melelahkan, membuat masyarakat pengguna kehilangan momentum untuk memajukan perekonomian nasional yang diklaim tiap sekian persen penetrasi Broadband akan meningkatkan sekian persen GDP.

Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsadan negara.

Infrastruktur Broadband Indonesia timpang, Palapa Ring Timur selesai 2012

0

Posted on : 8:53 PM | By : S Roestam | In : ,

JAKARTA: Forum Inisiatif Indonesia (e-Indonesia Initiative) menilai penggelaran Internet pita lebar di Indonesia timpang, sehingga belum mampu memberikan dampak positif terhadap pembangunan ekonomi nasional. Ketua e-Indonesia Initiatif Forum Suhono Harso Supangkat mengatakan infrastruktur broadband di kawasan timur dan barat Indonesia masih sangat timpang.

"Ketimpangan broadband ini perlu segera dievaluasi dan dibahas bersama," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Menurut Suhono, evaluasi itu tidak hanya fokus pada semua yang terkait penelitian, pengembangan produk dan layanan broadband tetapi juga pada kebijakan yang terkait agar teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memberi dampak positif bagi ekonomi nasional.

Kalangan peneliti, penggiat industri, pengembang TIK, otoritas atau pemerintah dan analis terkait perlu duduk bersama untuk memaparkan dan mendiskusikan hasil-hasil penelitian, pengembangan, ataupun usulan yang berkaitan dengan penerapan TIK nasional.

Dia mengatakan salah satu hambatan dalam menggelar broadband adalah kelanjutan industri dengan standar long term evolution (LTE) dan WiMax sebagai dua teknologi yang sama-sama berada di tingkat generasi 4 (4G) di Indonesia.

Periode seluler, paparnya, telah lewat yang ditandai dengan pesatnya perkembangan telekomunikasi sejak awal 1990. Mulai 2009, Indonesia sudah memasuki periode pengembangan Internet pita lebar (broadband), termasuk LTE dan WiMax.

Setyanto P. Santosa, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia mengatakan pertumbuhan TIK belum disertai pertumbuhan ekonomi dan baru sedikit menghasilkan nilai tambah.

"Sisi negatif dari pengembangan TIK saat ini di antaranya turunnya margin operator akibat kompetisi tarif, menurunnya kualitas layanan di 3G dan Internet nirkabel, rendahnya manfaat dari web [Internet dan jeja-ring sosial] karena masih rendahnya pendapatan rakyat Indonesia," paparnya.

Palapa Ring

Sementara itu, Pemerintah menargetkan proyek Palapa Ring sektor timur, yaitu jaringan backbone serat optik bawah laut sepanjang 10.812 km yang menghubungkan Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua rampung pada 2012 dengan nilai proyek sekitar Rp5,5 triliun.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengungkapkan Indonesia memiliki kebutuhan pembangunan jaringan backbone serat optik bawah laut sepanjang 50.000 km untuk menghubungkan seluruh pulau di Tanah Air.

Hingga kini, baru 80% dari jaringan yang masuk dalam proyek Palapa Ring tersebut yang telah dibangun, yakni seluruh Indonesia bagian barat hingga Sulawesi. (Sumber: dewi.astuti@bisnis.co.id/roni.yunianto@ bisnis.co.id)

iPhone memiliki tingkat kerawanan keamanan tertinggi

1

Posted on : 12:37 AM | By : S Roestam | In : ,

HP Pintar (Smartphone) yang paling rawan tingkat keamanannya berdasarkan hasil survey perusahaan nCircle ternyata adalah iPhone buatan Apple Computers. Resiko ini cukup membahayakan bilamana Smartphone iPhone ini digunakan untuk aplikasi bisnis yang memerlukan kerahasiaan data. Perbandingan tingkat kerawanan keamanan bagi iPhone adalah sebesar 57% dibandingkan sebesar 39% bagi HP Android, 28% bagi HP BlackBerry dan 13% bagi HP Nokia.

Dari penelitian, dibuktikan bahwa hacker dapat meng-hack database SMS iPhone dalam waktu 20 detik. Kelemahan keamanan iPhone ini dikarenakan Apple belum memperbaiki fitur enterprise-security dari hardware-nya sejak pertengahan tahun 2009.

Jadi kita perlu memperhatikan tingkat keamanan sebuah Smartphone bilamana akan dipaka untuk komunikasi yang mengandung rahasia bisnis.

-----------------0---------------
Security professionals believe Apple’s iPhone is the riskiest smartphone enterprises can deploy, a survey by nCircle found.
Some 57% of security workers quizzed by the network security provider said the iPhone poses the greatest risk to enterprise’s security, compared to 39% for Android devices, 28% BlackBerry, and 13% Nokia.
The network security firm says Apple could easily make the iPhone more secure “Apple continues to do only the absolute minimum to address enterprise security and supportability requirements,” nCircle director of security operations Andrew Storms states.
Apple hasn't introduced a new enterprise-tailored security feature since hardware level encryption in mid-2009, he added – and even that feature was almost immediately compromised.
Enterprises are slowly responding to the potential threat posed by smartphones, with 58% of respondents having implemented a smartphone security policy to mitigate risk. But just 65% of these enforce that policy in practice.
The vulnerability of the iPhone was highlighted last week when a security researcher at the CanSecWest Security show demonstrated a way to hack the iPhone's SMS database within 20 seconds.